Skip to content

Mengatasi kecanduan

July 24, 2014

dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya. 2 Timotius 2 : 26

Iblis dengan tipu muslihatnya dapat menjerat bahkan mengikat kehidupan orang percaya melalui sesuatu agar mendapatkan suatu kesenangan, kenikmatan dan kepuasan hingga menjadikan ilah -ilah pada kehidupannya. misalnya keterikatan obat-obatan terlarang,merokok,pornografi (onani dan masturbasi), game. Dengan merespon positif, sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh Tuhan hendaknya melepaskan hal – hal mengikat kehidupanya yang menghalangi pertumbuhan rohani dan menggantikan melangkah mendekat pada Tuhan Yesus mau dibimbing dan menghadiri pertemuan ibadah .(Indro Cahyono)

Merdeka dari Kecanduan

July 23, 2014

Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air. Yeremia 2:13

Hidup manusia tidak akan luput dari masalah. Ada banyak cara yang dilakukan orang untuk melepaskan diri dari masalah yang ada. Diantaranya melarikan diri dari masalah. Pelarian yang sering dijumpai adalah pornografi, seks bebas, narkoba, miras, rokok dll. Bentuk-bentuk pelarian pada awalnya menolong menghilangkan rasa sakit dari masalah yang dihadapi, tetapi lama kelamaan berubah menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi candu yang mengikat dan tidak bisa lepas darinya. Bahaya lain, apa yang menjadi candu, akan menjadi “juru selamat”, dari semua masalah yang dihadapi, menggantikan Tuhan. Firman Tuhan menegaskan bahwa apapun yang kita kasihi lebih dari Yesus adalah berhala. Jalan keluarnya adalah bertobat. Datang kepada Tuhan dan bertobat dari kecanduan kita. Berdoa meminta Tuhan memulihkan kita dan melakukan “radical amputation” yaitu memutuskan dan menutup semua celah yang memungkinkan kita jatuh kembali pada kecanduan itu. Kemudian bergabunglah dengan komunitas yang sehat, yang akan menolong kita bertumbuh dalam Tuhan dan hidup berkemenangan sesuai identitas kita sebagai anak-anak Allah. (Bayu)

Perjumpaan yang mengubahkan keterikatan

July 22, 2014

Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." Yohanes 4:17-18

Perjumpaan wanita Shikar Samaria dengan Tuhan Yesus menghapus keterikatannya dalam hubungan dengan pria-pria. Sudah 5 kali ia memiliki suami dan terakhir ia hidup dengan laki-laki yang bukan suaminya. Orang yang mengalami keterikatan perlu bertobat dan meminta Tuhan memenuhkan kekosongan-kekosongan dalam batinnya. Karena orang yang dalam keterikatan akan merasa haus-haus dan haus. Apa yang sedang dalam keterikatan kita saat ini? Hanya Dia yang akan memberi kepenuhan. Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." (Theo Sahara)

Mengatasi Trauma

July 18, 2014

Dan kami tahu,hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 1 Tesalonika 1:4    

Kita adalah pilihan Allah yang dikasihi Allah,  Allah telah memilih kita dan menjadi penurut Tuhan. Masih banyak orang percaya yang belum mengalami kasih Allah sehingga sulit merasakan kasih Allah,  bisa dikarenakan dalam pengalaman hidupnya mengalami suatu trauma yang menyakitkan dan mengecewakan. Minta pada Tuhan untuk mencurahkan kasih Tuhan dalam kehidupan, dengan iman dan percaya bahwa kerinduan serta kemampuan Tuhan untuk menyelesaikan dan memulihkan hati yang terluka. (Indro Cahyono)

Merdeka Dari Trauma Masa Lalu

July 16, 2014

Janganlah takut,sebab Aku menyertai engkau , janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. Yesaya 41:10

Trauma adalah suatu pengalaman yang sangat dahsyat akibat suatu peristiwa, yang melukai tubuh, jiwa, bahkan roh seseorang. Setiap orang yang pernah mengalami trauma memerlukan pemulihan. Tanpa pemulihan, kita akan tetap berada dalam luka akibat trauma itu sehingga menghalangi kita untuk mendapatkan kemerdekaan sejati dari Tuhan. Misalnya orang yang trauma karena pernah kecelakan naik motor, sehingga meskipun sudah bertahun-tahun yang lalu kejadiannya, tetapi dampaknya sampai sekarang tidak berani naik motor. Ada ketakutan yang tidak wajar yang muncul dari trauma itu, sehingga dia sulit melihat kehadiran Tuhan dalam peristiwa yang membuatnya trauma. Firman Tuhan menyatakan jangan takut, Dia menyertai kita bahkan di dalam trauma yang paling menakutkan bagi kita. Mari datanglah pada Tuhan supaya Dia memulihkan kita dari trauma yang membelenggu kita dan menikmati kembali pemulihan dan kemerdekaan yang membuat hidup kita bersukacita kembali karena kasih, damai sejahtera, rasa aman sejati yang berasal dariNya dilimpahkan kepada kita. (Bayu)

Melepaskan peristiwa yang menakutkan

July 15, 2014

Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; Mazmur 56:3

Banyak orang yang mengalami ketakutan karena peristiwa tertentu dan sering kali tinggal tetap dalam diri orang tersebut, walaupun pengalaman itu sudah lama terjadi.  Pengalaman seperti ini yang membuat seseorang  mengalami trauma. Ketakutan sering kali membuat seseorang tidak dapat berharap dengan benar. Yohanes mengajarkan kepada kita ditengah ketakutan-ketakutan kita. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yohanes 4:18).

Mari kita mengakui kalau ada pengalaman-pengalaman yang sering kali dapat memunculkan perasaan-perasaan takut. Supaya kuasa Allah nyata hadir dalam hidup kita dan hati kita bisa berkata “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu”. (Theo Sahara)

Melepaskan Kepahitan

July 11, 2014

Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan orang banyak. Ibrani 12:15

Adanya kemarahan dan rasa dendam akibat adanya suatu peristiwa yang melukai diri yang mendalam dan hebat bisa
menimbulkan akar kepahitan dalam jiwa kita yang menyulitkan untuk mengalami kasih karunia Allah. hal tersebut yang akhirnya bisa merusak hubungan dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama.

Dengan belajar memaafkan,  mengampuni dan kita hidup dalam persekutuan-NYA dengan sepenuh hati, yaitu dalam kasih karunia Allah yang menjadikan dasar kehidupan orang percaya. Dengan demikian apa yang menjadikan akar kepahitan dalam hidup bisa kita lepaskan. (Indro Cahyono)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers