Jangan Menyerah

Janganlah berhenti berdoa hanya karena belum dijawab. Teruslah berdoa sampai Tuhan melihat dan memberi kemenangan atasmu

Ucapkan permohonan terus menerus dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menjawabnya dengan jelas. Memang seringkali membutuhkan banyak kesabaran untuk menunggu hasil yang terbaik, namun tetaplah teguh dengan pengharapan 

Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,  50 sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga- Ratapan 3:49-50

Membangun Reruntuhan Bersama Tuhan


Jangan pernah takut hidup bersama Tuhan, dalam gelap sekalipun saat kita tidak dapat melihat, Dia akan tetap ada menuntun kita menuju terangNya.

Dia akan membangun dari reruntuhan dan menjadikannya tempat yang kokoh lebih dari semula

” Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan ” yang memperbaiki tembok yang tembus ” ” yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni ” ( Yesaya 58 : 12 )

Aku Bisa

Mengapa aku harus berkata aku tidak bisa padahal Alkitab berkata bahwa segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).

Berbahagialah kita menjadi milik Allah. Didalam Dia  kita hidup dan bergerak. Dia memampukan kita menghadapi segala sesuatu. Musuh ingin supaya kita mundur sebelum kita maju melawan menghadapi tantangan. Kisah Kaleb dan Yosua memberikan keteladanan bahwa Allah menyertai umatNya. Sepuluh pengintai memilih untuk menerima ketakutan mereka. Bahwa musuh mereka terlalu kuat. Mereka kalah sebelum berperang. Mereka hanya melihat keterbatasan diri mereka. Padahal Allah sudah berfirman akan menyertai mereka dan tidak akan meninggalkan mereka.

Saudaraku, kita memiliki berkat yang sama. Bahwa didalam Kristus kita memiliki pertolongan untuk menanggung segala sesuatu. Dia Allah yang ingin terlibat dalam hidup kita. Kita dapat membawa keterbatasan kita dan berpaling kepada Allah yang tidak terbatas.

Menyambut Hari Tuhan


Takutlah akan Tuhan, sebab telah dekat hari Tuhan menimpa segala bangsa.

Janganlah kita menjadi sombong, mengandalkan kekuatan sendiri, lupa dan seolah2 tidak mengenal Allah. Merasa diri hebat sehingga melupakan Tuhan sebagai Pemberi berkat.Marilah kita belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari keterbatasan diri dan mengakui keMaha Kuasaan Allah, supaya kita tidak terjatuh dalam kesakitan karena kesombongan diri.

“Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yg tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu : ” Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?” Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang2, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau,– demikianlah Firman Tuhan ”  ( Obaja 1 : 3-4 )

Adakah kudapati iman di bumi?


SEDIH jika kita melihat KE BELAKANG; KUATIR jika kita melihat SEKELILING; tetapi dengan IMAN kita melihat KE ATAS. 

Allah yang memegang kendali atas hidup kita. Ia tahu semua kebutuhan kita, tanpa kecuali. Jangan larut dalam kesedihan masa lalu, kekuatiran masa depan, tapi lihatlah Allah yang selalu memberikan pengharapan.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kpd-Nya, sebab IA yg memelihara kamu-1 Petrus 5:7

Melekat Pada Siapa?


“Adalah merupakan sebuah BENCANA jika orang percaya mengandalkan KEKAYAAN sebagai KUNCI kebahagiaan dan jaminan kehidupan. Uang bisa jadi BERKAT atau KUTUK bagi kita, tergantung sejauh mana hati kita melekat pada uang itu!-Edi R. Silalahi”

Banyak orang dunia berpikir bahwa materi adalah kunci kebahagiaan. Namun Allah katakan bahwa semua itu fana dan akan lenyap. Uang, dan semua materi itu seringkali justru menjadi sumber kejahatan. Membuat orang justru jauh dari pemberi materi itu, yaitu Allah.

Karena di mana hartamu, di situ juga hatimu!” (Mat 6:21)

Melangkah Menuju Pengampunan

Pengakuan mendahului pengampunan

Lebih mudah untuk menunjuk kesalahan orang lain daripada menunjuk kesalahan sendiri. Seberapapun menyakitkannya  kita harus berani untuk mengakui dan menerima kesalahan diri sendiri. Dengan mengakui kita akan menerima pengampunan dari Tuhan, dan kita akan dimerdekakan dari ketakutan dan dari dosa2 berikutnya -Theresia Linawati Wiliyarto

” … Jikalau kamu tetap dalam FirmanKu, kamu benar-benar adalah murid Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. ” ( Yohanes 8 : 31b – 32 )

Dialah Pembelaku


Janganlah takut menghadapi serangan2 dunia, akan tuduhan dan celaan yang menyakitkan. Kita punya Pembela yang sangat luar biasa, yang mampu melihat segala sesuatu dengan benar dan adil. DIA lah yang akan membela dan memberi kemenangan bagi orang2 yang hidup dalam kebenaran FirmanNya.

Kita memiliki pembela yang tidak pernah terlelap. Dia selalu mengawasi ketidakadilan yang menimpa kita dan memberikan penghiburan, pembelaan. Dia memberikan keadilan yang kita butuhkan saat kita berserah total kepadaNya.

“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak: Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang” ( Mazmur 37 : 5-6 )

Ucapan Syukur Menghalau Kejahatan

BERSYUKURLAH dengan berkat yang diberikan Tuhan kepada engkau, Jangan serakah! Hal itu hanya membuat engkau sengsara dalam kekurangan karena ketidakpuasanmu.

Miliki kebiasaan bersyukur karena bersyukur menjauhkan kita dari pikiran negatif , iri hati, dan pencobaan-pencobaan yang menggiring kita kepada kejahatan.

Jagalah dirimu, janganlah berpaling kepada kejahatan, karena itulah sebabnya engkau dicobai oleh sengsara (Ayub.36:21)

Belajar dari Yesus


Dari AIR aku belajar KETENANGAN; dari BATU aku belajar KETEGARAN; dari TANAH aku belajar KEHIDUPAN; dari ANGIN SEPOI aku belajar KELEMBUTAN; dari KRISTUS YESUS aku belajar KASIH YG BERKORBAN.

Ada banyak pembelajaran di dalam Yesus Kristus, dan Ia rindu kita benar-benar berfokus pada pembelajaranNya karena Iapun selalu berfokus pada hidup kita-Kezia Dina

Hiduplah di dlm KASIH, sebagaimana KRISTUS YESUS juga telah mengasihi kamu dan telah MENYERAHKAN DIRI-NYA utk kita sebagai PERSEMBAHAN dan KORBAN yg harum bagi Allah (Ef 5:2)