Skip to content

Pemalas = sia-sia, Rajin = kelimpahan

February 27, 2015

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia,sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. Amsal 13:4

Pepatah mengatakan: “lebih baik bangun untuk mewujudkan mimpi, dari pada balik tidur untuk melanjutkan mimpi”. Mana yang menjadi pilihan kita, itulah yang akan menentukan hasilnya. Pilihan yang bijak akan menghasilkan buah yang manis. (Fadmasari Indrayani)

Cara Mengatasi Kemalasan

February 26, 2015

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak. Amsal 6:6

Firman Tuhan mengajarkan pada kita untuk melihat semut. Apalagi kita yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah . Datangnya kemalasan bisa karena harapan yang diinginkan tak kunjung tiba, sehingga patah semangat. Kemalasan semacam ini secara manusiawi memang bisa membawa keputusasaan. Bahkan bisa menjadikan perusak hidup sehari-hari. Bila sudah dihinggapi rasa malas, tubuh, pikiran, serta jiwa menjadi tidak berdaya.

Tips untuk memulihkan hal ini.
1. Beristirahat atau keluar dari Rutinitas sebentar.
2. Bangkitkan jiwa dan tubuh dengan berolah raga.
3. Hidup terorganisir
4. Menentukan waktu spesifik
5. Mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup sehari-hari.

penulis : Indro Cahyono

 

Mengatasi Kemalasan

February 24, 2015

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. Amsal 13:4

Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. Amsal 21:25

Kita sering kali tergoda program-program undian, discount, dan produk-produk baru yang kita senangi. Banyak keinginan dalam kehidupan seseorang walaupun belum tentu itu kebutuhannya. Orang-orang seperti ini sering hidup dalam pengandaian. Andai aku jadi kaya, andai aku punya uang banyak, andai aku…

Kita kadang memikirkan banyak hal tentang keinginan-keinginan kita tetapi kita lupa bahwa kita sudah menghabiskan waktu banyak untuk diam dan tidak lakukan apa-apa. Sehingga kadang kita menjadi malas dan tidak mau melakukan apa-apa karena kemalasan kita. Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. (Theo Sahara)

Bebas dari Kemalasan

February 23, 2015

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11

Bapa sorgawi senang jika anak-anakNya bertumbuh dalam ketekunan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya. Kemalasan sering menjadi penghambat orang untuk mencapai tujuan hidup seperti yang dirancangkan Tuhan. Kemalasan juga membuat kita kehilangan kesempatan besar yang disediakan bagi  hidup kita. Salah satu penyebab orang menjadi malas adalah tidak punya tujuan hidup yang jelas. Hal yang lain adalah kekecewaan hidup, sehingga membuatnya menjadi malas, karena merasa apa yang akan dilakukan akan sia-sia saja.

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga kerajinan kita, menjaga roh tetap menyala-nyala dan melayani Tuhan, supaya kita semakin mudah dibentuk dan dipakai Tuhan menjadi alat bagi kerajaan-Nya. Akui kemalasan kita, minta pengampunan dari Tuhan, ambil komitmen untuk semakin rajin dan menjaga roh menyala-nyala sambil melayani Tuhan, dalam pimpinan Roh Kudus. (Bayu)

Sukacita terpancar dari dalam.

February 20, 2015

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yohanes 15:11

Ketika kita menerima dan merasakan sukacita yang murni, yang Tuhan berikan pada kita, sukacita itu akan memenuhi kita, dan tidak ada kekosongan dalam hati kita, hingga itu sukacita itu terpancar dan keluar seperti Amsal 15:13 katakan mukanya akan berseri-seri dan di sebut memaniskan muka. (Fadmasari Indrayani)

Sukacita Penuh

February 19, 2015

Semuanya  itu kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada didalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yohanes 15:11

Inilah sukacita dari hati yang dalam dan menetap, yang dijanjikan Kristus kepada anak-anakNya, yang tidak terpengaruh keadaan atau kondisi luar.

Sukacita yang penuh dan menetap tidak datang dengan sendirinya, melainkan  diperoleh dengan tetap memelihara hubungan dengan Kristus, yaitu dengan tinggal diam dalam Firman-Nya. Sukacita itu menetap dan lebih besar bila Roh Kudus menyadarkan akan kehadiran-Nya didalam kehidupan kita. Segala kecemasan, kekuatiran dan keadaan yang tidak mengenakkan dipakai Tuhan untuk membawa kepercayaan kita pada Kristus sebagai sumber damai sejahtera. (Indro Cahyono)

Sukacita yang menetap

February 17, 2015

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.Filipi 2:2

Salah satu alasan orang kehilangan sukacita adalah ketika didalam rumah tidak ada kasih, dalam team ada perselisihan, dalam persahabatan ada persaingan. Suami-istri yang sehati sepikir akan banyak menikmati sukacita dalam hidupnya. Keluarga yang didalamnya ada kasih maka ada sukacita dalam keluarga itu. Persahabatan yang bisa saling menghargai dan didasarkan kasih akan membuat arti persahabatan itu menyenangkan.

Apa yang menghalangi kita untuk bersukacita? Tidak ada kasih, perpecahan, konflik sering kali membuat seseorang kehilangan sukacita. (Theo Sahara)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 62 other followers