Skip to content

Kuasa Perkataan

April 28, 2015

Mulut orang benar adalah sumber Kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. Amsal 10 : 11

Firman tersebut mengajarkan bahwa ada kuasa perkataan dalam kehidupan atau kelaliman. kita harus menjaga perkataan yang keluar dari mulut kita, agar kita tidak menjadi kutuk, melainkan berkat  bagi orang lain. Perkataan yang positif akan membawa suka cita,  menguatkan iman dan memotivasi diri.

Kita di beri karunia berbicara, maka kita harus menguatkan karunia berbicara sesuai dengan Firman Tuhan. Yang menjadi masalah ketika kita marah dan keluar kata-kata yang bisa menimbulkan pertentangan. Untuk itu kita harus bisa mengontrol setiap tutur kata, sehingga kita terus berada dalam Kasih ALLAH. Perkatakan Firman Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, baik dalam keadaan senang maupun  susah. (Indro Cahyono)

Menjaga Hati

April 14, 2015

Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak -anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. Maleaikhi 4 : 6

Kita belajar untuk melewati suatu proses dalam kehidupan. Peristiwa dalam kehidupan yang kita alami tidak selalu sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Ketika kita memohon sesuatu kepada Tuhan, jika tidak sesuai dengan kehendak dan keinginan kadang tidak dikabulkan, tetapi yang tidak kita inginkan terjadi justru dikabulkan. Akhirnya kecewa, tawar hati, acuh tak acuh dan tidak menikmati hasilnya.

Kita belajar sesuai dengan Firman diatas memiliki hati anak dengan ketaatan , terbuka dan terus terbuka kepada hati bapa yang peduli, murah hati yang akhirnya kita bisa menjaga hati dan terjadilah hubungan yang baik. (Indro Cahyono)

Mengatasi Kebosanan

April 7, 2015

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN dan jangan engkau bosan akan peringatan-Nya. Amsal 3 : 11

Inilah suatu tanda sebagai anak Tuhan , kita diberi didikan , ajaran dan menjadikan suatu semangat dalam menjalani kehidupan, Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi -NYA seperti seorang ayah kepada anak yang disayang ( Amsal 3: 12). Melalui FirmanNYA kita di beri pedoman dan tuntunan dalam setiap langkah -langkah kita. Kadang penerimaan kita sebagai anak berbeda, menurut saya sudah taat melakukannya sesuai dengan Ajaran-NYA , tetapi apa yang saya lihat, rasakan, lakukan tidak ada perubahan . Timbul kebosanan yang ditujukan bisa diri sendiri, Tuhan , atau orang lain. Pada akhirnya melakukan semaunya sendiri. Menginginkan semuanya serba cepat, tidak mau lama- lama. Mari kita belajar melihat sudut pandang Tuhan yang juga merasakan dan melihat apa yang menjadi kebosanan kita. Tuhan masih ingin mendidik dan mengajar kita melalui pergumulan yang kita alami. Bagian kita mengakui semuanya pada Tuhan dan mohon agar mampukan untuk melewatinya , juga meminta kesegaran jasmani pikiran kita.  (Indro Cahyono)

Pemalas = sia-sia, Rajin = kelimpahan

February 27, 2015

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia,sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. Amsal 13:4

Pepatah mengatakan: “lebih baik bangun untuk mewujudkan mimpi, dari pada balik tidur untuk melanjutkan mimpi”. Mana yang menjadi pilihan kita, itulah yang akan menentukan hasilnya. Pilihan yang bijak akan menghasilkan buah yang manis. (Fadmasari Indrayani)

Cara Mengatasi Kemalasan

February 26, 2015

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikan lakunya dan jadilah bijak. Amsal 6:6

Firman Tuhan mengajarkan pada kita untuk melihat semut. Apalagi kita yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah . Datangnya kemalasan bisa karena harapan yang diinginkan tak kunjung tiba, sehingga patah semangat. Kemalasan semacam ini secara manusiawi memang bisa membawa keputusasaan. Bahkan bisa menjadikan perusak hidup sehari-hari. Bila sudah dihinggapi rasa malas, tubuh, pikiran, serta jiwa menjadi tidak berdaya.

Tips untuk memulihkan hal ini.
1. Beristirahat atau keluar dari Rutinitas sebentar.
2. Bangkitkan jiwa dan tubuh dengan berolah raga.
3. Hidup terorganisir
4. Menentukan waktu spesifik
5. Mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup sehari-hari.

penulis : Indro Cahyono

 

Mengatasi Kemalasan

February 24, 2015

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. Amsal 13:4

Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. Amsal 21:25

Kita sering kali tergoda program-program undian, discount, dan produk-produk baru yang kita senangi. Banyak keinginan dalam kehidupan seseorang walaupun belum tentu itu kebutuhannya. Orang-orang seperti ini sering hidup dalam pengandaian. Andai aku jadi kaya, andai aku punya uang banyak, andai aku…

Kita kadang memikirkan banyak hal tentang keinginan-keinginan kita tetapi kita lupa bahwa kita sudah menghabiskan waktu banyak untuk diam dan tidak lakukan apa-apa. Sehingga kadang kita menjadi malas dan tidak mau melakukan apa-apa karena kemalasan kita. Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. (Theo Sahara)

Bebas dari Kemalasan

February 23, 2015

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Roma 12:11

Bapa sorgawi senang jika anak-anakNya bertumbuh dalam ketekunan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya. Kemalasan sering menjadi penghambat orang untuk mencapai tujuan hidup seperti yang dirancangkan Tuhan. Kemalasan juga membuat kita kehilangan kesempatan besar yang disediakan bagi  hidup kita. Salah satu penyebab orang menjadi malas adalah tidak punya tujuan hidup yang jelas. Hal yang lain adalah kekecewaan hidup, sehingga membuatnya menjadi malas, karena merasa apa yang akan dilakukan akan sia-sia saja.

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga kerajinan kita, menjaga roh tetap menyala-nyala dan melayani Tuhan, supaya kita semakin mudah dibentuk dan dipakai Tuhan menjadi alat bagi kerajaan-Nya. Akui kemalasan kita, minta pengampunan dari Tuhan, ambil komitmen untuk semakin rajin dan menjaga roh menyala-nyala sambil melayani Tuhan, dalam pimpinan Roh Kudus. (Bayu)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers