Skip to content

Penyesalan usai kemarahan

May 6, 2009

Berbicara ketika Anda sedang marah dapat menghasilkan ucapan yang akan Anda sesali selamanya-Ambrose Bierce

Seringkali kemarahan menjadi salah satu sumber dosa. Bukan kemarahan yang menjadi dosa, namun bagaimana kita bereaksi terhadap kemarahan itu. Apakah saat marah kita memaki-maki orang? Menyumpahinya? Menghakiminya? Atau yang lebih lagi, kita menyakiti orang itu secara fisik? Mari berhati-hati mengekspresikan kemarahan. Jangan sampai kita menyesali reaksi kita saat marah. Baik perkataan yang menyakitkan maupun tindakan fisik adalah reaksi yang merusak. Mari terus belajar mengelola kemarahan dengan sehat, agar kita tidak terjebak di dalamnya  

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan-Mazmur 37:8

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: