Skip to content

Beriman kepada Allah yang Hidup

October 22, 2013
tags:

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”  Markus 4:38-40

Beriman kepada Allah yang hidup bukan persoalan mudah. Logika manusia yang seringkali membuat manusia sulit untuk mengimani bahwa Allah itu berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan orang percaya. Kepanikan para murid menghadapi angin ribut merupakan contoh konkrit bahwa beriman kepada Tuhan Yesus ternyata bukan hal yang mudah.

Ketika menghadapi badai kehidupan, kita bisa kehilangan iman dan sulit melihat kehadiran Allah didalam hidup kita. Untuk itulah iman perlu dibangun, dimulai dengan kerelaan hati kita untuk menyediakan waktu bersekutu dengan Tuhan setiap saat. Semakin mengenal Dia, iman kita akan bertumbuh dan semakin yakin akan penyertaanNya, meskipun ditengah “badai kehidupan”. (sby)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: