Skip to content

Kesetiaan: sebuah karakter dan perjanjian

October 28, 2013

Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. Hosea 11:4

Allah kita adalah Pribadi yang sangat menghargai kesetiaan. Dalam perjalanan bangsa Israel yang banyak memberontak terhadap Dia, Allah terus menarik mereka dengan tali kesetiaan dan kasih. Ia tidak jemu untuk berlaku setia terhadap Bangsa Israel.

Demikian halnya dengan kita. Allah setia, meskipun kita kurang setia. Bagi kita mungkin mudah mengingkari nilai sebuah kesetiaan, namun bagi Allah tidak. Kesetiaan adalah karakterNya, dan Ia tidak dapat mengingkari diriNya sendiri. Bahkan dengan kesetiaanNya, Allah memperhatikan semua kebutuhan kita.

Tidak pernah sekalipun Ia lalai memelihara kita meskipun mungkin kita menjadi pribadi yang tidak bersyukur. Kenapa? Karena bagi Allah, kesetiaan juga merupakan covenant atau perjanjian, bukan kontrak. Mari menjadi pribadi yang hidup dalam perjanjian kesetiaan, dan belajar hidup setia dalam segala hal, seperti Allah kita yang mengajarkan kesetiaan itu bagi kita. (uut).

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: