Skip to content

Mengendalikan Kemarahan

June 26, 2014

Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul. Amsal 30 : 33

Kemarahan suatu bentuk respon yaitu keinginan kita tidak tercapai atau kita anggap tidak benar. Suatu ungkapan emosi wajar dan manusiawi yang diberikan Tuhan. Sebaliknya ada orang yang tidak bisa marah dan malah ditutup-tutupi. Yang menyebabkan kita berdosa dalam kemarahan adalah kemarahan yang berlarut-larut berkepanjangan , keluar kata-kata kotor. Kemarahan yang tak terkendali bisa merusak tubuh, jiwa dan hubungan sosial . Boleh marah tapi hendaknya kemarahan diungkapkan dengan cara-cara benar.

Yang menjadi masalah kapan kita bisa marah dan tetap kudus dan benar. belajar menguasai diri, pengendalian diri seperti didalam buah-buah Roh, belajar mendengar dengan kasih, belajar mengungkapkan dengan kasih, menerima dengan kasih meskipun ditolak dan mengampuni.(Indro Cahyono)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: