Skip to content

Sukacita terpancar dari dalam.

February 20, 2015

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yohanes 15:11

Ketika kita menerima dan merasakan sukacita yang murni, yang Tuhan berikan pada kita, sukacita itu akan memenuhi kita, dan tidak ada kekosongan dalam hati kita, hingga itu sukacita itu terpancar dan keluar seperti Amsal 15:13 katakan mukanya akan berseri-seri dan di sebut memaniskan muka. (Fadmasari Indrayani)

Advertisements

Sukacita Penuh

February 19, 2015

Semuanya  itu kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada didalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yohanes 15:11

Inilah sukacita dari hati yang dalam dan menetap, yang dijanjikan Kristus kepada anak-anakNya, yang tidak terpengaruh keadaan atau kondisi luar.

Sukacita yang penuh dan menetap tidak datang dengan sendirinya, melainkan  diperoleh dengan tetap memelihara hubungan dengan Kristus, yaitu dengan tinggal diam dalam Firman-Nya. Sukacita itu menetap dan lebih besar bila Roh Kudus menyadarkan akan kehadiran-Nya didalam kehidupan kita. Segala kecemasan, kekuatiran dan keadaan yang tidak mengenakkan dipakai Tuhan untuk membawa kepercayaan kita pada Kristus sebagai sumber damai sejahtera. (Indro Cahyono)

Sukacita yang menetap

February 17, 2015

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.Filipi 2:2

Salah satu alasan orang kehilangan sukacita adalah ketika didalam rumah tidak ada kasih, dalam team ada perselisihan, dalam persahabatan ada persaingan. Suami-istri yang sehati sepikir akan banyak menikmati sukacita dalam hidupnya. Keluarga yang didalamnya ada kasih maka ada sukacita dalam keluarga itu. Persahabatan yang bisa saling menghargai dan didasarkan kasih akan membuat arti persahabatan itu menyenangkan.

Apa yang menghalangi kita untuk bersukacita? Tidak ada kasih, perpecahan, konflik sering kali membuat seseorang kehilangan sukacita. (Theo Sahara)

Tips memiliki sukacita yang menetap

February 16, 2015

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan ! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Filipi 4:4

Sukacita sejati datangnya dari Tuhan, satu-satunya sumber sukacita yang menetap dan abadi. Sukacita sejati tidak bergantung pada kondisi hati, perasaaan yang moody, tetapi pada kebaikan Tuhan. Pada kenyataannya banyak orang salah meletakkan dasar sukacita. Mereka mencarinya pada hal-hal yang fana seperti uang, kekayaan, kedudukan, pasangan hidup, dll. Ketika semua itu hilang, hilang juga sukacitanya.

Oleh karenanya, bagi kita yang merindukan sukacita sejati dan menetap, datanglah kepada Tuhan yang menjadi sember sukacita sejati. Bukalah hati untuk-Nya, ijinkan Dia mengalirkan sukacitaNya, dan terus mengalirkan sukacita itu kepada orang lain, sehingga sukacita kita akan selalu fresh, mengalir terus seperti sungai yang tidak pernah kering. Sekali saudara-saudariku, kukatakan : Bersukacitalah! (Bayu)

Segera Berbaliklah dan Dengar Suara-Nya

February 13, 2015

dan apabila engkau berbalik  kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu  dan dengan segenap jiwamu,maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu  dan akan menyayangi  engkau. Ia akan mengumpulkan  engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan  engkau. Ulangan 30:2-3

Jika engkau dalam kondisi tidak lagi punya harapan, seperti menyerah dengan keadaan, janganlah biarkan engkau larut, segeralah bangkit dan berbalik kepada Tuhan, dan dengar suara-Nya, datang pada-Nya karena Dialah yang punya pengharapan-pengharapan baru dan Dialah yang akan memulihkan hidupmu. (Fadmasari Indrayani)

Menemukan Harapan Baru

February 10, 2015

 Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Mazmur 42:4-5

Keputusasaan dapat terjadi pada saat kita mulai merasa buntu tentang masa depan. Hal lain yang membuat orang dapat mengalami putus asa saat situasi tidak baik yang sedang kita alami sementara rasanya tidak pernah membaik, entah sakit penyakit, ekonomi, penderitaan atau kadang situasi yang lain.

Tetapi jika kita memandang kepada Tuhan, melampaui keadaan yang sedang terjadi, kita akan menemukan harapan dan masa depan yang lebih baik yang Dia janjikan bagi kita. Ada pengharapan-pengaharapan yang dapat kita sampaikan kepada Tuhan melampaui batas pikiran kita. Apa yang menghalangi kita menyerahkan kelemahan dan keinginan kita sehingga pada waktu berdiam Tuhan bisa berkata masih ada harapan baru.  (Theo Sahara)

Menemukan harapan baru

February 9, 2015

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita  oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Roma 5:5

Kesulitan hidup, penderitaan, sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, impian yang tidak terwujud bisa membuat orang kehilangan harapan, menjadi putus asa bahkan depresi berat. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya.

Orang percayapun bisa kehilangan harapan, saat ujian hidup menghampirinya. Kita diingatkan bahwa pengharapan didalam Tuhan tidak mengecewakan, karena kasih Allah sudah dicurahkan dalam hati kita. Saat hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup kita, marilah kita tetap bersandar dan berharap penuh kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Oleh karena itu mari kita datang kepadaNya, mengakui dan menyerahkan ketidakberdayaan, keputusasaan kita. Mintalah kekuatan baru, semangat baru untuk menjalani hidup dengan penuh iman dan pengharapan yang teguh, maka hidup kita akan dibaharui, dipulihkan dan menikamati hidup berkemenangan bersama Tuhan. (Bayu)